Tekan LU(A) lalu buka panel langkah: di sana L dan U terbentuk berdampingan, bersama matriks permutasi P bila ada baris yang harus ditukar.
Untuk apa faktorisasi ini
A = L·U menuliskan matriks sebagai hasil kali matriks segitiga bawah dan matriks segitiga atas. Pada dasarnya itu eliminasi Gauss yang disimpan: U adalah hasil eliminasinya, sedangkan L mengingat faktor-faktor pengali yang dipakai untuk sampai ke sana.
Manfaatnya terasa begitu ruas kanannya lebih dari satu. Ax = b terpecah menjadi Ly = b lalu Ux = y, dua sistem segitiga yang diselesaikan dengan substitusi maju dan mundur dalam n² langkah. Faktorisasi yang mahal hanya dikerjakan sekali; setiap b berikutnya nyaris gratis. Itulah sebabnya pustaka numerik bekerja begini alih-alih membalik matriksnya.
Contoh terselesaikan
| 4 | 3 |
| 6 | 3 |
| 1 | 0 |
| 1,5 | 1 |
| 4 | 3 |
| 0 | −1,5 |
Angka 1,5 pada L persis merupakan faktor yang dipakai untuk mengalikan baris pertama sebelum dikurangkan dari baris kedua. Determinannya adalah hasil kali diagonal U, dikalikan −1 untuk setiap penukaran baris — jadi pada matriks yang sudah difaktorkan, determinan didapat cuma-cuma.
Kesalahan yang sering terjadi
- Mengabaikan matriks permutasi. Dengan pivot, yang berlaku adalah P·A = L·U, bukan A = L·U.
- Mengharapkan faktorisasi tunggal. Ia baru tunggal setelah disepakati bahwa diagonal L semuanya satu.
- Menerapkannya pada matriks persegi panjang. Dalam bentuk ini, dekomposisi LU ditujukan untuk matriks persegi.
- Bekerja tanpa pivot. Nol di posisi pivot menghentikan algoritma, dan nilai yang sangat kecil merusak ketelitiannya.